Pada pertemuan ke-17 KBMN 32, para peserta mendapatkan kesempatan luar biasa untuk belajar tentang menulis buku biografi dari seorang narasumber ahli, Bu Lely Suryani, S.Pd., SD. Acara yang berlangsung siang hari ini penuh semangat dan antusiasme, meskipun ada perubahan jadwal dari malam ke siang karena memasuki bulan Ramadan.
Mengapa Menulis Biografi Itu Penting?
Biografi bukan sekadar catatan hidup seseorang, tetapi juga warisan sejarah dan sumber inspirasi bagi pembaca. Buku biografi bisa menceritakan perjalanan hidup seseorang, baik tokoh terkenal maupun orang terdekat seperti orang tua, pasangan, atau anak-anak. Selain itu, menulis biografi orang yang sudah meninggal juga menjadi bentuk penghormatan kepada mereka.
Langkah-Langkah Menulis Biografi
Bu Lely membagikan panduan praktis dalam menulis biografi, yang bisa langsung diterapkan oleh para peserta:
Kumpulkan Informasi Awal
- Gunakan dokumen, foto, dan surat-surat penting.
- Wawancarai orang-orang terdekat seperti keluarga atau sahabat.
- Catat momen-momen penting dalam hidup tokoh yang ditulis.
Rencanakan Wawancara
- Tentukan narasumber yang tepat.
- Atur jadwal wawancara dan buat daftar pertanyaan.
- Rekam atau catat wawancara dengan baik.
Susun Cerita Secara Kronologis
- Mulai dari masa kecil, pendidikan, perjalanan karier, hingga pencapaian besar.
- Gunakan gaya bahasa yang menarik agar pembaca ikut merasakan pengalaman hidup tokoh.
Kroscek dan Validasi Data
- Pastikan fakta-fakta yang ditulis akurat.
- Konsultasikan dengan orang yang lebih ahli di bidang kepenulisan.
Tulis dengan Jujur dan Inspiratif
- Biografi harus berisi kisah nyata, tetapi tetap fokus pada hal-hal yang positif dan inspiratif.
- Hindari menulis aib atau hal yang berpotensi menimbulkan kontroversi.
Proofreading dan Persiapan Terbit
- Pastikan tulisan bebas dari kesalahan tata bahasa.
- Layout buku yang rapi akan membuat biografi lebih nyaman dibaca.
- Cetak dan sebarkan sesuai tujuan: konsumsi pribadi, penerbitan, atau dibagikan ke komunitas.
Inspirasi dari Biografi Om Jay
Bu Lely juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menulis biografi Om Jay, seorang tokoh inspiratif di dunia literasi. Dari pengalaman ini, para peserta belajar bahwa menulis biografi membutuhkan kesabaran dan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh yang ditulis, keluarga, serta editor.
Sesi Tanya Jawab yang Interaktif
Setelah materi utama selesai, sesi tanya jawab berlangsung dengan meriah. Beberapa pertanyaan menarik yang diajukan peserta antara lain:
- Apakah nama dalam biografi boleh disamarkan?Jawaban: Boleh, terutama jika ada alasan privasi.
- Berapa jumlah halaman ideal untuk biografi?Jawaban: Sekitar 150-200 halaman agar buku memiliki punggung dan lebih profesional.
- Bagaimana jika tokoh yang ingin ditulis sulit ditemui?Jawaban: Bisa meminta arahan dari tokoh tersebut untuk menghubungi orang-orang yang dapat memberikan informasi.



